Renungan dan perubahan: ppanji.org dan Museum-Digital Indonesia

Saya sayangnya tidak bisa menghadiri Temu Pencinta Panji. Jadi, menulis teks ini sebagai laporan pendek.

Dalam Pertemuan Pencinta Panji tahun lalu saya memberi presentasi berjudul "Panji, benda-benda budaya dan digitalisasi". Presentasi itu membicarakan aspek-aspek yang bisa didigitalisasi, menunjukkan software museum-digital dan ide-ide untuk menyebarkan pengetahuan tentang Panji di Indonesia dan seluruh dunia melalui internet. Saat itu, sebagian besar software museum-digital sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, tetapi hanya itu saja.

Situs web ppanji.org dibuat sebagai bentuk tindak lanjut dari Pertemuan Pecinta Panji 2014 lalu, untuk merepresentasi aktifitas Pencinta Panji dan mengumpulkan informasi lanjut seperti bibliografi. Konsepnya adalah menghubungan berbagai sumber informasi umum, dan bukan mengembangkan sendiri. Misalnya, Google Calendar digunakan untuk kalender, bukan alat kalender situs web ppanji.org sendiri. Ini dimaksudkan untuk memudahkan proses penambahan dan penyuntingan, karena harap para editor sudah paham dan terbiasa dengan layanan tersebut. Konsep itu sendiri bermasalah.

Ada beberapa masalah lain pada versi ppanji.org dan museum-digital Indonesia di akhir tahun 2014. Masalah utama adalah pada sentralisasi, pengalaman pengguna untuk administrator dan kesulitan bahasa.

Masalah pertama disebabkan karena tidak ada fungsi yang dapat memberikan tingkat otoritas yang berbeda kepada banyak pengguna. Akses hanya dapat dipegang oleh segelintir orang. Hal ini mengakibatkan hanya ada satu orang yang memiliki akses, sekaligus dapat mengubah tampilan dan menambahkan informasi. Sementara banyak orang lainnya bertindak sebagai sumber informasi. Jika ada banyak orang yang bisa mengakses untuk menambahkan informasi, proses akan berlangsung semakin cepat.

Masalah kedua adalah masalah bagi administrator laman. Masalah ini terdiri dari tiga masalah yang lebih spesifik lagi, masalah desain, ketidaksamaan fungsi dan proses penambahan informasi yang terlalu makan waktu.

Masalah desain adalah hal dasar: halaman penambahan dan penyuntingan informasi ppanji.org kurang cantik. Hanya memiliki latar belakang putih, tidak ada fungsi interaktif, dan tidak ada teks bantuan untuk berbagai fungsi. Jika ingin memotivasi banyak orang untuk menambahkan informasi baru, halaman ini harus dicantikkan lagi.

Masalah ketidaksamaan fungsi disebabkan oleh penggunaan berbagai layanan untuk menyunting satu situs web. Fungsi penambahan menjadi susah untuk dimengerti karena menggunakan berbagai formulir penambahan informasi yang berbeda-beda. Berbagai cara berbeda untuk menambahkan informasi juga berarti ada banyak hal baru lagi untuk dipelajari. Pernah terpikir untuk menggunakan cara-cara tersebut, tapi hanya akan mempersulit proses.

Terakhir, adalah kesulitan bahasa dalam versi Indonesia Museum-Digital. Bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan tentang Panji ke seluruh dunia. Tapi versi Indonesia dari museum-digital belum memiliki terjemahan multibahasa dari deskripsi benda atau navigasi. Akan tetapi, sebaiknya ada informasi dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ini untuk memudahkan informasi tersebut dipahami oleh orang-orang yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

Ada apa di tahun 2015 dan apa akan dibuat lagi?

Itulah daftar kesulitan teknis yang pernah dan sedang dihadapi. Berikut ini, saya menunjukkan software yang saya harap bisa menjadi solusi.

Sistem yang baru untuk ppanji.org

Pada Pertemuan Pencinta Panji tahun 2015 ppanji.org akan dibuatkan sistem yang baru. Dengan system ini persoalan yang disebutkan di atas akan dapat teratasi.

Sistem yang baru ini mendukung fungsi level pengguna. Akan ada beberapa level pengguna yang memiliki berbagai fungsi berbeda. Ada yang hanya bisa menambahkan video dan gambar saja, ada level lain yang bisa menambahkan isi tetapi tidak bisa mengubah tampilan laman. Ada level khusus untuk mengatur tampilan laman. Dan terakhir, adalah administrator yang memiliki akses ke semua hal tersebut.

Dengan fungsi baru ini, proses penyuntingan situs web ppanji.org bisa didesentralisasi dan dibagi dengan lebih banyak orang. Ini berarti akan ada lebih banyak informasi, tapi juga menjaga keamanan laman. Ini karena ada unsur kontrol yang kuat: admin tertinggi dengan akses kode adalah satu-satunya orang yang bisa menambahkan pengguna baru. Untuk memastikan kualitas isi, penambah isinya juga akan ditunjukkan secara publik.

Software ini juga akan mengatasi kesulitan pengalaman pengguna. Halaman penambahan dan penyuntingan informasi kini lebih cantik dan interaktif, sehingga lebih menarik untuk para penambah. Selain bibliografi, semua fungsi penambahan atau penyuntingan juga diintegrasi ke dalam sistem ini dan diprogram untuknya sendiri. Jadi cara (dan formulir) penambahan dan penyuntingan berbagai jenis informasi menjadi seragam. Dengan itu, penggunaan web akan menjadi sangat mudah.

Tampilan untuk pengguna normal juga akan diperbaiki: desain baru ini akan menyesuaikan secara otomatis tergantung dari ukuran layar. Sehingga tidak ada masalah mengakses laman ppanji.org melalui tablet atau telepon genggam.

Dengan adanya perubahan system ini, desain dan seluruh system akan lebih berkesinambungan dan mudah diatur. Sehingga jika para Pecinta Panji ingin mengubah desain atau menambahkan fungsi baru, hal itu akan lebih mudah dilakukan.

Berita Museum-Digital

Sayangnya, penerjemahan museum-digital ke dalam Bahasa Indonesia belum berkembang di tahun 2015. Hal ini juga berarti tidak ada perubahan teknis di museum-digital Indonesia.

Tetapi akan ada banyak fungsi penting yang baru di versi museum-digital yang lain. Salah satu yang terpenting adalah fungsi penerjemahan: Pernah penerjemahan museum-digital dibuat melalui perubahan kode, dalam versi-versi baru bisa menerjemahkan melalui formulir. Jadi, proses penerjamahan dipermudah. Dengan ini, satu versi museum-digital terkini juga bisa digunakan dalam berbagai Bahasa.

Penerjemahan Bahasa Indonesia bagian publik museum-digital sudah diintegrasi dan sebagian besar sudah diterjemahkan. Proses integrasi fungsi-fungsi itu ke dalam museum-digital Indonesia akan dibuat nanti tahun ini.

- Terima kasih Irma atas pertolongan dengan Bahasa Indonesia dalam teks ini -